Pencemaran akibat tumpahan minyak jelas memiliki dampak yang besar. Selain kerusakan lingkungan, kerugian ekonomi juga diderita oleh para nelayan karena tidak dapat melaut. Cemaran tumpahan minyak juga dapat mengakibatkan kerusakan bagi mangrove, terumbu karang, serta berbagai macam biota laut seperti ikan, penyu, moluska, paus, dan lainnya. Hal itu tentu saja berdampak besar bagi keseimbangan ekosistem laut. Selain itu apabila hasil laut yang tercemar tersebut dikonsumsi oleh manusia, berbagai zat kimia tersebut akan sangat membahayakan kesehatan.

Baru-baru ini kembali terjadi pencemaran oleh ribuan kristal hitam yang diduga sebagai minyak mentah di Pantai Balongan Indah Indramayu, Jawa Barat. Ceceran kristal hitam tersebut telah mencemari pantai sejak hari sabtu (7 September 2020). Hasilnya sebanyak satu mobil pick up kristal hitam diperoleh oleh masyarakat beserta petugas setempat yang melakukan proses pembersihan di kawasan tersebut.

Kristal hitam yang mencemari Pantai Balongan Indah Indramayu (Fathnur/Okezone)

Bukan kali pertama terjadi di indramayu

Pencemaran pantai yang diduga akibat tumpahan minyak mentah bukan kali pertama terjadi didaerah Indramayu. Sebelumnya hal tersebut juga pernah terjadi di Pantai Karangsong pada bulan Oktober 2020 lalu. Menurut Akso Surya Damawangsa (Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indramayu), zat yang mencemari pantai tersebut berbentuk seperti kristal berwarna hitam serta berbau bacin dan sangat menyengat. Hal tersebut tentu saja sangat meresahkan masyarakat disekitar pesisir pantai. Apalagi pencemaran seperti ini juga sempat terjadi di tahun 2018 dan mengakibatkan pantai tersebut harus ditutup selama empat bulan.

Siapakah dalangnya?

Hingga saat ini tidak ada pihak yang mengaku terkait pencemaran yang terjadi baik di Pantai Balongan Indah maupun Pantai Karangsong, Indramayu. Asal muasal ceceran minyak yang diduga crude oil tersebut juga belum diketahui. Masyarakat berharap bahwa dalang dari pencemaran tersebut segera ditangkap serta dampak pencemaran dapat ditangani secara optimal. Selain mencemari lingkungan, ceceran minyak tersebut sangat berpengaruh terhadap pariwisata di Pantai Balongan Indah. Padahal pantai tersebut merupakan salah satu objek wisata favorit di Kabupaten Indramayu.

Sementara itu, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu berkoordinasi dengan pihak PT Pertamina (Persero) RU-VI Balongan untuk menangani hal tersebut. Sampel ceceran minyak tersebut juga telah diambil untuk diuji di laboratorium. Pihak DLH juga melakukan pengecekan fasilitas bongkar muat minyak mentah milik Pertamina RU-VI Balongan. Pengecekan juga dilakukan di pipa-pipa minyak milik Pertamina, namun tidak ditemukan kebocoran.

Petugas dari PT Pertamina (Persero) RU-VI Balongan saat mengecek dan membersihkan butiran minyak yang mencemari pantai Balongan, Indramayu (Alwi/Kompas)

Be a part of SCENTS mission to save beautiful creatures from illegal wildlife trafficking.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Ceceran Kristal Hitam Mirip Minyak Mentah Cemari Pantai Balongan Indramayu”, https://regional.kompas.com/read/2020/11/08/19292391/ceceran-kristal-hitam-mirip-minyak-mentah-cemari-pantai-balongan-indramayu serta Okezone.com dengan judul “Cairan Hitam Diduga Minyak Mentah Cemari Pantai Indramayu”, https://news.okezone.com/read/2020/10/24/525/2298745/cairan-hitam-diduga-minyak-mentah-cemari-pantai-indramayu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *