Pohon Beringin (Ficus benjamina) seringkali dianggap angker karena dipercaya sebagai tempat tinggal berbagai makhluk astral. Kanopi atau tutupan pohon yang rapat serta akar napas yang menjuntai memberikan kesan gelap yang menambah keangkeran pohon ini. Bahkan sesaji sering diletakkan di bawah pohon Beringin yang berukuran besar sebagai bentuk persembahan terhadap kekuatan magis yang menghuni pohon tersebut. Dibalik kesannya yang angker, pohon ini sesungguhnya dianggap sebagai pohon suci simbol ketentraman dan kesuburan dalam kepercayaan agama Hindu. Selain itu, masyarakat Jawa menganggap pohon Beringin (Waringin) sebagai pohon hayat yang memberikan kehidupan, pengayoman, dan perlindungan bagi manusia.

Hal tersebut tentu saja berkaitan erat terhadap fungsi pohon Beringin terhadap lingkungan sekitarnya. Beringin dikenal sebagai pohon pelindung mata air dan merupakan jenis tumbuhan konservasi air yang dapat menyimpan serta mendekatkan air ke permukaan tanah. Akarnya yang besar dan kuat mampu menyimpan air dengan baik serta memberikan pengaruh dalam pengisian air tanah. Kanopi yang lebar dengan ranting yang kuat menjadikannya tempat bersarang burung yang nyaman. Selain sebagai tempat bersarang, pohon ini juga memiliki buah yang dapat menjadi sumber pakan alami berbagai jenis hewan.

Pemahaman masyarakat dalam rangka menjaga keberadaan pohon Beringin perlu ditingkatkan. Agar kedepannya masyarakat bukan hanya takut menebang pohon ini karena dipercaya akan memberikan nasib sial atau merusak tempat tinggal makhluk astral, tetapi juga takut karena akan kehilangan manfaat yang bisa diberikan pohon ini bagi kehidupan masyarakat itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *