Anaphalis yang lebih dikenal dengan nama Edelweis hidup pada ketinggian 1.600 sampai 3.600 meter di atas permukaan laut. Bunga ini mempunyai banyak manfaat ekologis, seperti sebagai sumber makanan bagi serangga-serangga tertentu. Selain itu kulit batang dari tumbuhan ini bercelah dan mengandung banyak air, sehingga dapat menjadi tempat hidup bagi beberapa jenis lumut dan liken. Ranting-ranting Anaphalis ini rapat sehingga mengundang berbagai jenis burung untuk membuat sarang. Demikian pula dengan akarnya yang muncul di permukaan tanah, merupakan tempat hidup cendawan tertentu yang membentuk mikoriza. Cendawan-cendawan tersebut mendapatkan oksigen dan tempat hidup, sedangkan Anaphalis mendapat unsur hara dari cendawan. Hal tersebut yang menyebabkan tumbuhan ini dapat hidup pada tanah yang miskin unsur hara seperti di daerah pegunungan.

Indonesia memiliki 4 jenis Anaphalis yaitu Anaphalis javanica, Anaphalis viscida, Anaphalis longifolia, dan Anaphalis maxima. Anaphalis maxima merupakan jenis edelweis yang tumbuh endemik di Pulau Jawa. Berbeda dengan jenis lainnya, Anaphalis maxima mempunyai ukuran daun dan bunga yang lebih besar. Bunganya dapat bertahan lama dalam keadaan kering serta mempunyai bau lemon yang khas. Hal tersebutlah yang membuat bunga ini tidak hanya menarik bagi serangga pollinator, tetapi juga tangan jail para pendaki yang ingin memetiknya. Maraknya pembukaan jalur pendakian tanpa pengelolaan yang baik membuat keberadaannya semakin terancam.